Rabu, 01 September 2010

Rabu, 1 September 2010

Harta yang Terpendam
Membina Kehidupan Abadi, Bab 8

"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.” (Matius 13:44).

Ladang yang berisi harta terpendam mewakili Kitab Suci. Dan harta yang terkandung didalamnya adalah Injil. Banyak yang mengetahui informasi Alkitabiah, tetapi mereka tidak memahami Injil itu.
Allah tidak menyembunyikan kebenarannya dari manusia. Mereka membuatnya tak jelas oleh sikap mereka sendiri. Kristus memberikan kepada bangsa Yahudi bukti melimpah bahwa Ia adalah Mesias, tetapi sebagian besar tidak mau menerima Dia, karena dengan melakukan demikian akan membuat perubahan nyata dalam kehidupan mereka. Mereka menolak harta karun Injil—karunia terbesar yang bisa Allah berikan.
Teori-teori dan spekulasi manusia tidak akan pernah menuntun pada suatu pemahaman Firman Allah. Mereka yang menganggap bahwa mereka mengerti filosofi, mengira penjelasan mereka itu perlu untuk mengungkap kekayaan pengetahuan dan mencegah kemurtadan masuk ke gereja. Tetapi justru penjelasan inilah yang telah memperkenalkan teori-teori palsu dan kemurtadan. Manusia telah berusaha keras menjelaskan apa yang mereka pikir merupakan ayat-ayat rumit dari Alkitab, tetapi terlalu sering usaha mereka malah mengacaukan ayat yang sedang coba jelaskan.
Diperlukan iman—yang diterangi oleh kecerdasan dan dikendalikan oleh hati yang melihat—untuk mengenali dan menghargai kekayaan surgawi. Iman ini tak terpisahkan dari pertobatan dan perubahan tabiat. Mempunyai iman artinya menemukan dan menerima kekayaan Injil, dengan semua kewajiban yang terlibat di dalamnya. Tanpa mata iman, kita tidak bisa “melihat” kekayaan Injil.

Pokok Pikiran: “jika manusia mau menurut, mereka akan mengerti rencana pemerintahan Allah….. Umat manusia akan sama sekali berbeda dari keadaan mereka sekarang; karena oleh menjelajahi tambang-tambang kebenaran, manusia akan dipermuliakan. Rahasia penebusan, penjelamaan Kristus, pengorbanan grafirat-Ny, tidak akan seperti sekarang, samar-samar dalam pikiran kita. Ia tidak saja akan dimengerti lebih jelas, tetapi sekaligus lebih tinggi dihargai” (Membina Kehidupan Abadi, hlm. 81).

Pelajaran Hari Ini: Kekayaan Injil tersedia bagi semua orang yang bersedia membuat pengorbanan untuk memilikinya. Diperlukan penyerahan diri total.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar