Seumpama Ragi
Membina Kehidupan Abadi, Bab 7
“Dan Ia berkata lagi: "Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah? Ia seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya." (Lukas 13:20,21).
Diantara orang Yahudi ragi kadang digunakan sebagai lambang dosa. Pada paskah orang-orang diarahkan untuk menyingkirkan semua ragi dari rumah mereka semua sebagai suatu tanda bahwa mereka sendang melenyapkan dosa dari hati mereka. Kristus memperingatkan para mudrid-Nya, “waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi” (Lukas 12:1). Tetapi dalam perumpamaan Yesus, ragi digunakan untuk mengilustrasikan sesuatu yang sama sekali berbeda—kuasa mempercepat, yang meresap dari kasih karunia Allah dalam kehidupan manusia.
Dalam perumpamaan ini, Yesus ingin mengajarkan bahwa tidak seorang pun jatuh begitu jauh dari cita-citany-Nya sehingga mereka berada diluar pengaruh karunia Allah yang berkuasa. Ia menanamkan sebuah prinsip baru kehidupan rohani pada setiap orang yang akan berserah pada Roh Kudus.
Ragi bekerja keluar dari dalam jika dicampurkan dengan tepung. Jadi kasih karunia Allalah yang bekerja dalam kehidupan, mengubah dari dalam keluar. Perubahan dari luar saja tidak cukup membawa kita selaras dengan Allah. Banyak orang mencoba memperbarui kehidupan mereka dengan memperbaiki kebiasaan buruk itu atau ini. Mereka pikir bisa mengubah kehidupan mereka dengan cara ini, Tetapi mereka mulai ditempat yang salah. Tempat untuk memulainya adalah dari dalam hati.
Inti sari dari semua kebenaran adalah kesetiaan kepada Penebus kita. Ini akan menuntun kita melakukan yang benar karena itu memang benar—karena perbuatan benar itu menyenangkan Allah.
Pokok Pikiran: “Firman Allah harus mempunyai pengaruh yang menyucikan dalam pergaulan kita dengan setiap anggota keluarga manusia. Ragi kebenaran tidak akan menghasilkan persaingan; cinta kepada ambisi, keinginan untuk diutamakan. Sesungguhnya, kasih yang dilahirkan surga tidak mementingkan diri dan tidak berubah. Ia tidak bergantung atas pujian manusia….Ia tidak mengasihi orang lain karena mereka mengasihi dan menyenangkan dia, karena mereka menghargai jasa-jasanya, namun karena mereka adalah kepunyaan Kristus” (Membina Kehidupan Abadi, hlm. 70).
Pelajaran Hari Ini: Seperti ragi, kasih karunia Allah bekerja didalam kita untuk merasuk dalam tiap aspek kehidupan kita dengan kuasa Ilahi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar