“Orang Ini Menerima Orang Berdosa”
Membina Kehidupan Abadi, Bab. 15
“Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: ‘Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.’" (Lukas 15 : 1, 2)
Para rabi marah karena para pemungut pajak dan pendosa berkumpul mengelilingi Yesus dan mendengarkan kata-kata-Nya dengan penuh perhatian. Orang-orang ini tidak pernah datang ke rumah ibadat, mereka hanya menunjukkan kejijjikan kepada para pemimpin agama. Namun, mereka suka bersama Yesus dan mengambil setiap kesempatan untuk mendengar Dia berbicara. Kalau Yesus memang benar-benar guru rohani seperti yang Ia nyatakan, kata para rabi, maka Ia akan memperlakukan orang buangan ini dengan sepatutnya. “Orang ini menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka,” mereka mencemooh. Mereka maksudkan itu sebagai kecaman, tetapi Yesus menerimanya sebagai pujian. “kau benar,” Ia menjawab, “aku memang menerima orang-orang berdosa!” Ia kemudian menceritakan tiga perumpamaan untuk mengilustrasikan bahwa misi-Nya di bumi adalah untuk menerima orang –orang berdosa.
Dalam perumpamaan tentang gembala, Yesus menekankan bahwa sekalipun hanya ada satu domba yang hilang, Kristus akan mati untuk satu domba itu yang tidak bisa, oleh usahanya sendiri, menemukan jalan kembali ke kawanan. Allah selalu mengambil insiatif untuk menemukan orang berdosa yang hilang.
Dalam perumpamaan koin yang hilang, Yesus fokus kepada mereka yang tersesat dalam dosa tetapi tidak menyadari keadaan mereka. Allah akan memulihkan orang berdosa itu dan mengembalikan citra-Nya sendiri pada pendosa yang kembali itu.
Perumpamaan ketiga—kisah anak yang hilang—menunjukkan kepada kita kasih Bapa yang tak bisa disangkal bagi anak-anak-Nya yang sudah meninggalkan Dia. Bapa tidak pernah berhenti mencari anak-Nya yang hilang. Dan ketika orang berdosa itu kembali, Bapa menerimanya dengan sukacita.
Pokok Pikiran: “Dan banyak jiwa semakin menurun menuju kebinasaan yang ingin agar satu tangan diulurkan untuk menyelamatkan mereka. Orang-orang yang berdosa ini boleh nampak keras kepala dan tidak peduli; tetapi jika mereka telah memperoleh mamfaat yang sama yang diterima orang lain, mereka dapat menunjukkan jiwa yang lebih besar dan lebih berguna… malaikat meratap, sedang mata manusia kering dan hatinya tertutup untuk merasa kasihan” (membina Kehidupan Abadi, hlm. 143).
Pelajaran Hari Ini: semua sumber dari surga diberikan kepada mereka yang sedang bekerja menyelamatkan yang tersesat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar