Pahala Karunia
Membina Kehidupan Abadi, Bab 28
Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu.Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati? (Matius 20 :14, 15).
Petrus mendengar Yesus berkata kepada penguasa muda itu, “jikalau engkau hendak sempurna, pergilah juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku” (Lihat. Matius 19:21). Petrus tertarik mengetahui lebih banyak tentang “harta di sorga” ini. Datang kepada Yesus, ia mengatakan bahwa ia beserta para murid lainnya telah meninggalkan segalanya untuk mengikut Yesus. Upah apakah yang akan ia terima? Ia ingin tahu.
Tetapi pertanyaan itu menyatakan motivasi yang mementingkan diri untuk mengikut Yesus. Jadi, Yesus menceritakan sebuah perumpamaan untuk mengilustrasikan bagaimana Allah berurusan dengan para hamba-Nya—dan roh yang Ia ingin mereka miliki bilamana mereka bekerja untuk Dia. Para pekerja tidak semua bekerja dengan cara sama, tetapi mereka semua menerima upah yang sama. Inti dari cerita itu adalah bahwa Allah memiliki kemurahan yang sama kepada semuanya. Keselamatan tidak diberikan sebagai pembayaran atas pelayanan yang diberikan namun sebagai hadiah cuma-cuma. Bukan berapa lama kita sudah bekerja untuk Tuhan atau apa yang telah kita capai yang menentukan upah kita. Ia menghargai kemauan dan kesetiaan yang kita gunakan untuk melayani Dia.
Ketika Kristus berdiam di dalam jiwa, ketika kita memiliki motivasi yang benar untuk melayani Dia, pemikiran tentang upah bukanlah hal paling penting dalam pikiran kita. Ya, kita memang menghargai upah yang ia janjikan—keselamatan dan semua berkat lain—tetapi kita melayani Dia dari kasih, dan kita percaya bahwa Ia akan memenuhi semua janji-Nya saat terbaik menurut-Nya, memberikan segala sesuatu yang kita perlukan.
Pokok Pikiran: “Bukan dalam pengetahuan kita, bukan dalam kedudukan kita, bukan dalam jumlah atau talenta yang dipercayakan kepada kita, bukan dalam kehendak manusia, terdapat rahasia sukses. Dengan merasakan ketidak mampuan kita, kita harus merenungkan Kristus dan melalui Dia… orang yang rela dan taat akan memperoleh kemenangan demi kemenangan” (Membina Kehidupan Abadi, hlm. 313).
Pelajaran Hari Ini: Tanpa karunia pengampunan Kristus dan kasih dan karunia kuasa-Nya, pencapaian kita tertinggi tidak lebih dari suara musik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar