Selasa, 17 Agustus 2010

18 Agustus 2010

Sekali Lagi Di Tepi Laut
Kerinduan Segala Zaman, Bab 85

“Kemudian Yesus Menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias” (Yohanes 21:1)

Petrus dengan kegemarannya yang dulu untuk menjala, menyarankan agar para murid menangkap ikan. Mereka semua memerlukan makanan dan pakaian, dan hasilnya akan memenuhi kebutuhan mereka. Tetapi mereka tidak menangkap apa pun sepanjang malam.
Di pantai Yesus sedang memperhatikan, tak terlihat oleh para murid. Ketika fajar menyinsing, Orang Asing di pantai memberitahu mereka untuk melemparkan jaring di sebelah kanan kapal – dan segera, dipenuhi dengan ikan. Yesus memberitahu mereka untuk membawa hasil tangkapannya dan makan sarapan pagi yang telah Ia siapkan.
Persoalan yang harus diselesaikan adalah rasa malu Petrus pada penyangkalannya kepada Tuhan dan dengan demikian kepercayaan yang dimiliki para murid kepadanya. Dosa rahasia harus diakui secara rahasia kepada Allah, tetapi dosa yang terbuka memerlukan pengakuan yang terbuka.
Selama waktu makan Yesus berkata kepada Petrus, “Simon …apakah engkau mengasihi Aku?” (Yohanes 21:15). Tiga kali Yesus mengajukan pertanyaan yang sama, dan tiga kali Petrus memberikan jawaban yang sama. Tiga kali Petrus telah menyangkal Yesus secara terbuka, dan tiga kali Ia secara terbuka, dengan tulus mengakui pertobatannya. Tugas pertama yang Yesus berikan kepada Petrus adalah memberi makan “domba-domba” – mereka yang masih dalam iman – suatu pekerjaan dimana Petrus hanya memiliki sedikit pengalaman.
Dalam hal ini para murid belajar bagaimana bersikap bersabar, simpatik, dan dalam kasih yang mengampuni dengan mereka yang gagal dalam tugas. Tanpa kasih Kristus dalam hati, pekerjaan pemimpin Kristen adalah kegagalan.

Pokok Pikiran: “Sebelum kejatuhannya, Petrus selalu berbicara tanpa dipikirkan masak-masak dari dorongan hati pada saat itu juga. Ia selalu bersedih memperbaiki orang lain, dan mengungkapkan isi pikirannya, sebelum ia mempunyai suatu pengertian yang terang tentang dirinya atau tentang apa yang hendak dikatakannya. Tetapi Petrus yang sudah bertobat sangatlah berbeda. Ia tetap memelihara semangatnya yang terdahulu, tetapi rahmat Kristus mengatur kerajinannya. Ia tidak lagi bersemangat dengan cara sembrono, percaya pada diri sendiri saja, dan meninggikan diri, melainkan tenang, dapat mengendalikan diri, dan dapat diajar. Pada waktu itulah ia dapat memberi makan domba-domba dalam kandang Kristus.” (Alfa dan Omega, jld. 6, hlm. 468).

Pelajaran Hari Ini: Bahkan mereka yang jatuh dalam dosa besar bisa diampuni dan digunakan dengan baik dalam pekerjaan Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar